aku selalu percaya bahwa selalu ada matahari esok setelah malam. selalu ada pelangi setelah ujan.
aku sih ga tau knapa sih yaaa kalo inget yang dulu dulu, masih kerasa banget sakitnya. emang sih ga semuanya sakit.. ga semuanya selama kurang lebih 3 tahun itu cuma disakitin.
kupikir aku uda bisa nglupain rasa sakit yang kemaren kemaren.. tapi ternyata salah.
selama ini.. luka itu masih ada. belum kering. hanya kuabaikan aja. baru nyadar tadi setelah ngobrol ngobrol ma calon iparnya.
bukan berarti aku belum memaafkan. tanpa disuruhpun, aku uda maafin dari dulu kok. cuma entahlah apa yang aku rasain. masih aja sakit kalo inget kejadian kejadian dulu.
reflek, aku lepas kacamataku, dan sayapun meneteskan air mata. untuk apa dan untuk siapa air mata ini menetes, aku ga tau. perih aja rasanya.
kebaikan kebaikannya dia kasih tau ke aku.. iyaa, memang dia pribadi yang baik. hanya saja pribadi yang baik itu sudah membuat luka. dulu apa aja aku lakuin buat dia tapi seakan dia ga pernah menghargai itu semua. disaat aku mencoba untuk sabar, ternyata dia yang hilang kesabaran. hilang kesabarannya ini awal dari sebuah pikiran untuk ‘pamit’ dari hidupnya.
saat aku memutuskan untuk mundur perlahan dari hidupnya dan mulai melanjutkan hidupku yang setelah beberapa waktu stuck, dia baru menyadari semuanya. dia bilang aku berharga,seakan akan aku ini separuh nafasnya, seakan akan aku ini orang yang selama ini dia cari.
dimana dia yang bilang aku berharga saat aku bisa saja gegar otak gara gara barbel itu? dimana letak berharganya aku ketika saat itu dia dihadapkan pada sebuah pilihan dan dia justru tidak mau memilih aku atau the ugly shitty bitch itu?
apa yang namanya berharga itu justru menyuruh kita untuk pergi dari hidupnya aka mengusir? membuang seperti sampah dan kemudian aku dikatakan berharga?
astagaaaa, rasanya masih sakit.
ga munafik, kadang rasa kangen itu dateng.untuk apa?? untuk kembali mengingat kenangan dan melihat lukaku ini?
maaf kalo aku bilang seperti ini..aku ngrasa dulu kamu keterlaluan. sangat keterlaluan. kamu hinggap kesana kemari tanpa pernah tau bahwa tiap malem aku nangis sendirian. yang kamu tau hanya aku sempet sesek nafas jam 3 pagi begitu bangun tidur. kamu ga pernah tau, aku suka dadakan ke bukit bintang karna emang uda ga sanggup lagi nahan semuanya! untungnya aku punya temen yang saat itu selalu ada saat aku suntuk.
kamu ga pernah tau itu. kamu ga pernah tau gimana rasanya! kamu juga ga pernah tau gimana aku memperjuangin citra baikmu didepan orang orang deketku!
maaf kalo aku mau melanjutkan hidupku, mengejar ketertinggalanku karna aku tau dunia tidak akan pernah berhenti untuk menunggu aku yang enggan untuk melangkah. selama satu tahun, kamu uda melangkah dan sekarang waktuku untuk melakukannya.
aku hanya ingin melihat pelangi setelah awan hitam dan hujan deras yang menjadi pemandanganku selama satu tahun terakhir. aku hanya ingin melihat matahari yang bisa menghangatkan ku dari kebekuanku.
kamu baik. sangat baik.
terimakasih untuk pelajaran hidup yang kamu kasih selama ini. kamu pernah menjadi orang terpenting dalam hidupku. kamu pernah menyamankanku dengan bahumu tapi kamu juga pernah menjadi pisau bagiku.
baik baik ya jalani hidupmu. jangan jadi bodoh seperti aku dulu, menunggu tanpa batas waktu. jangan menyakiti dirimu dengan cara seperti itu. aku uda lebih dulu ngrasain hal itu.. kamu ga perlu ngrasain hal yang sama.
makasi untuk 3 tahun itu.


Recent Comments